LSM Jack Centre, Soroti LPSE Bondowoso Terkait Proses Tender Diduga Rawan Penyimpangan

 54 total views,  4 views today

Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)

Bondowoso, Indonesia Jaya – Sistem Layanan Pengadaan Secara Electronic (LPSE) merupakan Sistem Pengadaan Barang/jasa Pemerintah yang di lakukan secara electronic pada setiap kabupaten atau daerah dengan memanfaatkan dukungan Informasi Technologi (IT).

Sistem LPSE tentunya Bermaksud dengan bisa meningkatkan mutu, efisiensi dan kuantitas serta Transparansi dalam sebuah Pengadaan barang/jasa sesuai dengan ketentuan perundang-perundangan yang berlaku.

Namun, pada Prakteknya di lapangan masih banyak ditemukan dugaan pelanggaran-pelanggaran yang di lakukan oleh Tim ULP/Pokja.

Pada dasarnya, dalam Sistem LPSE, Pokja merupakan organ paling berwenang di dalam menentukan pemenang di dalam sebuah Lelang.

Pokja merupakan penentu atau berkuasa dalam menentukan persyaratan-persyaratan Administrasi, Tekhnis yang dilampirkan dalam sebuah dokumen.

Bisa diartikan, peserta Lelang yang memenuhi persyaratan-persyaratan yang di minta oleh Tim dalam hal ini Pokja, maka peserta itulah yang bisa memenangkan tender sebuah pekerjaan.

Pemerhati Bondowoso, LSM Jack Center, Agus jack menilai jika Sistem LPSE tersebut memang diharapkan bisa mengurangi resiko adanya praktek KKN, akan tetapi menurut Agus jack, Sistem tetaplah sistem yang tentunya dikendalikan oleh manusia.

“Kami meminta kepada lpse bondowoso untuk lebih memperhatikan regulasi tentang pengadaan barang dan jasa untuk lelang pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2021 saat ini, ” Ungkap Agus, Jumat (23/4/2021).

Dirinya menilai ada beberapa kegiatan pelaksanaan Lelang yang di lakukan tahun ini tidak obyektif dan terkesan saling menutupi.

” Sebab kami menilai ada beberapa pelaksanaan lelang yang tidak obyektif yaitu di antaranya pada tahapan masa sanggahan masih berlangsung, tapi sudah ada penetapan pemenang, nah ini tdk fair, ” Tegasnya.

Tidak hanya itu, dirinya menilai diduga ada unsur kesengajaan dari Tim Pokja dalam tahapan Lelang dan penetapan pemenang, sehingga munculah asumsi dari pemerhati Bondowoso ini ada kejanggalan.

“Lalu di sisi lain ada peserta yg sdh memenuhi persyaratan seperti RK3 tapi masih juga di anggap tidak memenuhi persyaratan, Contoh persoalan, rehabilitasi jaringan irigasi D.1 batu remuk jambi sari darus sholah, bahwa peserta a/n.Cv kirana, di nyatakan kurang pernyaratan yaitu RKK, padahal menurut Cv kirana persyaratan tersebut sudah terpenuhi sesuai jadwal persyaratan, Tapi tanggapan dari pokja lpse justru malah di anggap tdk memenuhi,” Ketusnya.

Dirinya berharap kepada Seluruh Tim Lelang agar selalu menjalankan amanah sesuai dengan regulasi dan aturan aturan yang telah ditentukan, sehingga kesan atau rumor yang tidak baik bisa dipatahkan dengan kerja nyata bukan pencitraan semata.

Direktur Eksekutif LSM Jack Centre
Direktur Eksekutif LSM Jack Centre

“Jadi kami minta kepada lpse bondowoso untuk melakukan koreksi ulang terhadap pelaksanaan lelang rehabilitasi jaringan irigasi batu remuk jambisari darus sholah tersebut, agar tidak terjadi permasalahan yang berkepanjangan dan berpengaruh terhadap hasil tender yg lainnya, Untuk itu kami minta agar lpse supaya segera melakukan koreksi dan melakukan Re tender terhadap kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi batu remuk jambisari darusholah tersebut, agar peserta tdk ada yg saling di rugikan atau yg di untungkan, ” Tukasnya. (Nanang/Ekojhalu).

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!