Penipuan Penukaran Mata Uang Asing,Korban Mengalami Kerugian Puluhan Juta

 58 total views,  2 views today

Metty Gracia bersama Kuasa hukumnya Joenus Koerniawan menunjukan bukti surat laporan dari Polrestabes Surabaya
Metty Gracia bersama Kuasa hukumnya Joenus Koerniawan menunjukan bukti surat laporan dari Polrestabes Surabaya

Surabaya, Indonesia Jaya – Seperti yang dialami Metty Gracia. Wanita yang tinggal di daerah Lebak Indah Town House. Surabaya, ini ditipu oleh seseorang warga Negara Cina yang menawarkan keuntungan dari hasil penukaran mata uang asing ke rupiah.Tak tanggung-tanggung, korban mengalami kerugian hingga 73 juta rupiah,

Kasus penipuan ini terjadi berawal korban Metty Gracia sedang makan di Cina lalu dikenalkan sama supervisornya sama warga negara Cina bernama Wang Ting Shen. Lalu ditawari Penukaran mata uang asing Cina dengan harga murah dengan keuntungan besar. Karena yang memperkenalkan supervisornya Metty Gracia akhirnya percaya lalu mentransfer mata uang Indonesia rupiah ke rekening Verdiana warga Negara Indonesia.

Nahas, setelah uang ditransfer, pelaku tidak kunjung membayar dari hasil Penukaran mata uang sehingga korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Sadar dirinya telah tertipu, korban kemudian membuat laporan ke Mapolrestabes Surabaya.

Pada Kamis malam pukul 21.30 Metty Gracia didampingi kuasa hukumnya Joenus Koerniawan, SH, yang berkantor di Ruko Kenjeran Indah. Jalan Babatan Pantai 2 J. mendatangi Mapolrestabes surabaya untuk melaporkan kasus penipuan yang di alaminya, Netty Gracia yang didampingi kuasa hukumnya langsung menuju ruang SPKT untuk melaporkan kasusnya, Kamis (22/04/21).

Joenus Koerniawan.SH, kuasa hukum Metty Gracia menerangkan, “Maksud kedatangan saya kesini adalah melaporkan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh warga negara Cina yaitu Wang Ting Shen.

Menurut Claien saya itu menukar mata uang Indonesia dengan mata uang Cina ternyata setelah mata uang Indonesia itu diserahkan mata uang Cina itu tidak diberikan sampai sekarang.

Jumlahnya 73 juta kurang lebih waktu itu yang diminta ditransfer adalah 50.000 Yuan jadi senilai kurang lebih 73 juta, terang koerniawan.

Bukti surat laporan dari Polrestabes Surabaya
Bukti surat laporan dari Polrestabes Surabaya

Lanjut koerniawan,”Nah kemungkinan ini adalah sendikat. Jadi Claien saya ini sudah kedua kalinya yang terjadi seperti ini jadi mereka selalu menjual murah sehingga Claien saya merasa tertarik dengan tawaran dia, jelasnya.

Tetapi setelah uang ditransfer memang ternyata uang asing itu tidak ada, sebenarnya diberikan akan tetapi dengan bukti palsu jadi bukti palsu itu sejumlah 50.000. Yuan, imbuhnya.

Di singgung Claiennya sudah pernah menerima transferan koerniawan, menjawab, sama sekali belum, memang ini terkait ITE Sebenarnya. Jadi tidak ada uang yang masuk sama sekali ke rekening Claien saya, pungkasnya.(S nto)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!