Oknum Bidan Nekat Lakukan Praktek Meski Ijin Praktek Sudah Mati

 72 total views,  2 views today

Tempat praktek bidan "R yang ada di wilayah kecamatan Sooko
Tempat praktek bidan “R yang ada di wilayah kecamatan Sooko

Mojokerto, Indonesia Jaya – Nekat apa merasa kebal hukum, bahasa yang patut dipertanyakan pada salah satu oknum bidan yang membuka praktek meskipun surat ijin praktek bidan(SIPB) sudah mati sejak tahun 2017 silam, diketahui oknum bidan ini juga berdinas di salah satu puskesmas yang ada di wilayah kecamatan Puri, kabupaten Mojokerto.

Berawal saat Tim awak media Indonesia jaya melintas di kawasan kecamatan Sooko kabupaten Mojokerto saat melihat beberapa motor yang sedang terparkir di pinggir jalan raya.
Pada saat berhenti sejenak sambil mengawasi keadaan sekitar lokasi parkir, ternyata didalam teras depan rumah nampak beberapa orang dewasa dan anak-anak sedang mengantri untuk mendapatkan pelayanan pengobatan oleh bidan, tanpa pikir panjang salah satu awak media Indonesia jaya ikut mengantri.

Para pasien saat menunggu antrian
Para pasien saat menunggu antrian

Sambil mengantri, saat mengamati beberapa sudut ruangan,tidak nampak papan seperti tempat pengobatan lain yang menunjukkan ijin praktek dari bidan yang dimaksud. Saat giliran Tim masuk ke ruangan pemeriksaan dan didalam ruang pemeriksaan dan pengobatan itu oknum bidan melaksanakan tugasnya mulai memeriksa hingga akan melakukan penyuntikan dan disitu oknum bidan itu masih melayani praktek pengobatan meskipun SIPB sudah tidak berlaku.

Senin 26/4/21 Tim awak media Indonesia jaya mendatangi kantor dinas kesehatan kabupaten Mojokerto guna konfirmasi dan klarifikasi terkait kelegalitasan ijin praktek oknum bidan berinisial “R. Saat kita konfirmasi ke bagian perijinan terkait surat ijin praktek bidan “R, petugas mengatakan bahwa, surat SIPB yang diajukan oleh bidan “R saat ini masih tahap proses, jadi mengacu sama jawaban dari petugas perijinan yang ada di Dinkes,patut diduga kuat bidan “R tetap praktek meskipun SIPB sudah tidak berlaku sejak akhir 2017.

Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang melakukan praktik pelayanan langsung kepada pasien,khususnya pelayanan kesehatan pada ibu dan anak. Praktik kebidanan di Indonesia telah diatur dalam UU No. 4 tahun 2019 tentang Kebidanan. Kebidanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada perempuan selama masa sebelum hamil, masa kehamilan, persalinan, pascapersalinan, masa nifas, bayi baru lahir, bayi, balita dan anak prasekolah, termasuk kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Menjadi Bidan harus telah lulus dari pendidikan kebidanan (dalam negeri maupun luar negeri),  seorang bidan harus telah lulus uji kompetensi atau memiliki Surat Tanda Registrasi agar bisa memberikan pelayanan kebidanannya kepada masyarakat secara mandiri maupun di fasilitas kesehatan (RS, Puskesmas, dll).

Bidan berwenang melakukan komunikasi, informasi, edukasi, konseling, dan memberikan pelayanan kontrasepsi.Pelaksanaan tugas berdasarkan pelimpahan wewenang, bidan berwenang mendapat pelimpahan wewenang dari dokter bersifat mandat maupun delegatif.

Pelaksanaan tugas dalam keadaan keterbatasan tertentu.Bidan dapat melakukan pelayanan kesehatan di luar kewenangan sesuai dengan kompetensiinya dengan tujuan untuk menolong dari kematian (mengancam nyawa)peran Bidan
memberi pelayanan kebidanan,pengelola pelayanan kebidanan,penyuluh dankonselor
pendidik, pembimbing, dan fasilitator klinik
penggerak peran serta masyarakat dan pemberdayaan perempuan,.

Pada saat kita konfirmasi di tempat prakteknya bidan “R mengatakan sudah mengajukan perbaruan SIPB dan sudah dalam proses,namun bidan “R mengatakan ada yang sengaja menghambat prosesnya,gak tau atas dasar apa, ungkapnya kepada tim awak media Indonesia jaya,dan sejauh ini ijin tempat praktek juga masih menggunakan ijin dari almarhum ibunya.

Bidan "R didampingi suami saat dikonfirmasi di tempat prakteknya
Bidan “R didampingi suami saat dikonfirmasi di tempat prakteknya

Ada yang menarik dalam keterangan yang diberikan kepada tim awak media Indonesia jaya, sebelum konfirmasi ke tempat praktek oknum bidan ini,suami dari oknum bidan ini mengaku telah menghubungi seseorang perwira polisi berpangkat Kombes yang ada di Polda Jatim yang diakuinya sebagai ayah kandung, berarti bidan “R ini sebagai menantu dari oknum perwira polisi,maka kita simpulkan, apakah karena keluarga dari oknum perwira polisi, seakan berani melanggar aturan dari pemerintah, sehingga dari dinas terkait tidak berani bertindak sesuai aturan yang ada. (bersambung)

Sampai berita ini dinaikan kami masih mencari pihak-pihak terkait untuk diKomfirmasi {Bondet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!