Penyaluran Bansos Dua Kecamatan Dilaksanakan Dihari Ke Dua Oleh Pemkot

 40 total views,  4 views today

Saat Wali Kota Habib Hadi Memberikan Bantuan Secara Simbolis

Probolinggo, Indonesia Jaya – Pemerintah Kota Probolinggo kembali menyalurkan Bantuan Sosial, Minggu (23/5). Kali ini, bantuan diserahkan kepada 1.730 warga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Mayangan dan Kanigaran. Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin turun langsung memberikan bantuan berupa uang tunai tersebut.

Program bantuan yang dikoordinir oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo ini menargetkan sejumlah masyarakat yang terdampak secara ekonomi dan sosial akibat pandemi Covid-19. Selain itu, penerima manfaat merupakan masyarakat yang tidak termasuk dalam penerima bantuan baik itu dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Sasaran hari kedua sekaligus acara penutup ini berjumlah 888 warga dari Kecamatan Mayangan dan 842 warga Kecamatan Kanigaran.

Disampaikan dalam sambutannya, Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan bahwa ada beberapa warga yang perlu perhatian khusus Pemerintah Kota Probolinggo.

“Kami mengambil kebijakan untuk warga yang belum terdata ini, kita paham bahwa dengan situasi dan kondisi seperti ini, kita merasakan dampaknya terutama pada segi ekonomi. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini bisa mengurangi beban perekonomian. Mungkin jumlahnya tidak bisa menutupi semua kebutuhan tapi pemerintah disini berusaha hadir dan peka terhadap permasalahan, dan juga berusaha untuk memberikan solusi terbaik buat masyarakat Kota Probolinggo,” tutur Habib Hadi.

Dalam setiap kunjungan di setiap kecamatan, Wali Kota Habib Hadi juga mengingatkan kepada seluruh perwakilan warga yang hadir untuk selalu taat protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19.

“Virus ini benar-benar ada ya, saya berulang kali mengingatkan untuk selalu taat protokol kesehatan, minimal maskernya dipakai. Jangan gampang percaya sama hoax, bahwa ini cuman rekayasa lalu mengabaikan protokol. Jangan jadi OTS, istilah ini cuman ada di Kota Probolinggo, “Oreng Tambeng Sarah” (orang yang tidak bisa dinasehati),” seru wali kota diikuti oleh senyum warga yang hadir.

“Mudah-mudahan warga yang hadir dapat menjelaskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga sadar akan penerapan protokol kesehatan. Dan apabila semua masyarakat sadar, perekonomian akan pulih kembali dan penyebaran Covid-19 di Kota Probolinggo aman dan terkendali,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung di dua kecamatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Bank Jatim, Camat Mayangan dan Kanigaran beserta seluruh jajarannya, dan lurah dari dua kecamatan tersebut. (SB)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!