Kosmetik Legal Atau Ilegal Ada Bek’up Oknum Polisi dan Oknum LSM LIRA

 72 total views,  6 views today

Ruko R"selain menyediakan pakaian juga salon kecantikan
Ruko “R” selain menyediakan pakaian juga salon kecantikan

Sidoarjo, Indonesia Jaya – Salon kecantikan yang berhubungan dengan perawatan kecantikan dan kosmetik untuk pria dan wanita. Dimana salon kecantikan sebagai tempat untuk memperindah dan mempercantik tubuh serta menjaga kesehatan kulit dan keindahan rambut, estetika wajah, perawatan kaki, perawatan kuku, waxing atau hair removal lainnya, dan berhubungan dengan pelayanan kecantikan tubuh.

Untuk menarik minat konsumen berbagai cara dilakukan oleh pelaku usaha salon kecantikan. Beda dengan apa yang dilakukan oleh ‘R’ yang mempunyai sebuah ruko berlantai tiga yang ada di seputaran pasar Krian Sidoarjo, yang memampang neon box dan banner bertuliskan mahreen collection.

Dalam mempromosikan dan melayani pelanggan yang akan melakukan perawatan kecantikan, pelanggan diarahkan untuk memiliki kartu member dengan membayar Rp 25.000,- dan dilanjutkan dengan konsultasi kepada tenaga ahli yang sudah ada.

Setelah dirasa cukup untuk konsultasi, maka pelanggan diarahkan naik ke lantai tiga untuk melakukan perawatan kecantikan, karena menurut petugas yang melayani pendataan lokasi salon ada di lantai tiga.

Sekilas bila pelanggan tidak memahami pastinya tidak tahu bahwa di dalam toko tersebut ada salon kecantikan,sebab yang nampak jelas adalah toko pakaian, mungkin sesuai banner dan neon box yang bertuliskan mahreen collection.

Rabu 2/6/21 ada seorang wanita yang hendak konsultasi terkait perawatan kecantikan dengan informasi awal dari sesama teman sebaya. Untuk membuktikan informasi itu ‘M’ datang langsung ke toko yang dimaksud.

Kosmetik yang diduga hasil produksi mahreen
Kosmetik yang diduga hasil produksi mahreen

Saat pertama kali masuk nampak kelihatan berbagai pakaian dengan segala model yang nampak tertata rapi yang hampir memenuhi ruangan, tapi karena tujuan awal tidak mencari pakaian melainkan mencari produk kecantikan.

Sambutan awal petugas pada ‘M’ ditanya ada keluhan apa ?, ‘M’ menjawab bahwa keluhan saat itu wajahnya muncul jerawat basah, maka petugas menyodorkan beberapa produk kecantikan dan saat itu pula di pilihlah kosmetik mahreen beauty dan produk lainnya, menurut keterangan petugas atau karyawan yang ada, produk yang dibeli ‘M’ itu untuk perawatan wajah siang dan malam, karena baru pertama menggunakan produk mahreen beauty wajar seorang konsumen bertanya terkait kualitas dan produksi mana, dan apakah sudah mempunyai sertifikasi uji dari BPOM.

Kerena ‘M’ hanya seorang wanita, rasa takut dan ragu-ragu pasti ada. Maka untuk bertanya secara detail terkait kelayakan produk mahreen beauty, maka awak media Indonesia jaya yang saat itu ikut mendampingi kedalam toko untuk konfirmasi kepada pemilik usaha dari mahreen collection yakni ‘R’

Pada saat kita konfirmasi melalui handphone, ‘R’ mengatakan bahwa semua produk yang ada di tempat usahanya itu sudah lulus dan mempunyai sertifikasi uji kelayakan dari BPOM, dan termasuk yang kita beli tadi yang seharga Rp 220.000 untuk dua produk kecantikan itu.

Ketika kita konfirmasi mengenai produksi mana dari perusahaan mana, dan hal lainnya, ‘R’ mulai menunjukkan pasang badan di dalam percakapan melalui handphone itu.

Saat kami tanya produk yang kami beli itu produksi mana?, ‘R’ menjawab itu produksi perusahaan yang ada di wilayah Sidoarjo yakni JJ TOP cosmindo jaya, namun jawaban yang disampaikan oleh ‘R’ sangat berbeda dengan pengakuan dari petugas yang melayani saat itu, menurut keterangan petugasnya bahwa produk yang kami beli itu adalah produksi mahreen sendiri.

Dengan perbedaan keterangan antara ‘R’ dan pegawainya, wajar dong konsumen ragu-ragu dengan barang yang sudah dibelinya!

Semakin lama kita konfirmasi, ‘R’ akhirnya mengarahkan untuk bertanya kepada ‘N’. Dalam pengakuan ‘R’ seseorang yang berinisial ‘N’ itu orang yang selama ini dipercaya mengurusi usahanya bila ada suatu polemik, pengakuan lain yang disampaikan ‘R’ bahwa dirinya adalah anggota LSM LIRA, dan ‘N’ yang disebutkan adalah saudaranya yang ada di LSM LIRA. Tidak cuma disitu saja, ‘R’ juga merasa ada backup dari perwira kepolisian berpangkat Kombes berinisial ‘ES’.

Selasa 8/6/21 sekitar pukul 18.40 wib Tim awak media Indonesia jaya berusaha menemui oknum ketua DPD LSM LIRA yang diakui oleh ‘R’ sebagai saudaranya. Namun sayang ‘N’ tidak ada dirumah karena belum pulang, dan berdasarkan informasi yang kami terima ‘N’ ini juga seorang anggota DPRD dari salah satu partai terbesar.

Kantor LSM LIRA yang diakui R"sebagai saudaranya dan sebagai penyelesai bila ada masalah
Kantor LSM LIRA yang diakui R”sebagai saudaranya dan sebagai penyelesai bila ada masalah

Pertanyaan kami jika usaha yang dijalankan ‘R’ ini sudah sesuai prosedur yang ada, kenapa harus ada pendamping dan backup dari orang besar ??.

Fungsi utama dari salon sendiri pastinya sebagai wadah atau tempat untuk menyediakan jasa dan layanan untuk mempercantik fisik dan sekaligus melakukan perawatan tubuh.

Kami menduga kuat ada indikasih bahwa mahreen collection membuat sendiri produk dari mahreen beauty, dengan diperkuat pengakuan polos dari pegawainya

Bukankah sudah dijelaskan bahwa Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. UU 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen perumusannya mengacu pada filosofi pembangunan nasional bahwa pembangunan nasional termasuk pembangunan hukum yang memberikan perlindungan terhadap konsumen adalah dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya yang berlandaskan pada falsafah kenegaraan Republik Indonesia yaitu dasar negara Pancasila dan konstitusi negara Undang-Undang Dasar 1945.

Pengertian Konsumen dalam UU Perlindungan Konsumen adalah Konsumen Akhir. Hal ini dijelaskan dalam Penjelasan Pasal 1 angka 2 UU 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yaitu bahwa di dalam kepustakaan ekonomi dikenal istilah konsumen akhir dan konsumen antara. Konsumen akhir adalah pengguna atau pemanfaat akhir dari suatu produk, sedangkan konsumen antara adalah konsumen yang menggunakan suatu produk sebagai bagian dari proses produksi suatu produk lainnya. Pengertian Konsumen dalam Undang-undang ini adalah konsumen akhir.

Tujuan salon kecantikan adalah memberikan penampilan baru bagi klien yang ingin mengubah penampilan dan mengembalikan keseimbangan tubuh dengan melakukan perawatan kecantikan.

Tempat untuk mempercantik penampilan, karena dengan mempercantik penampilan dapat membuat seseorang merasa semakin percaya diri.

Sampai berita ini diterbitkan kami masih mencari pihak-pihak terkait untuk diKomfirmasi {Bondet}

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!