Di Duga Rutan Situbondo Tak Menerapkan Prokes Pada Pengunjung

 38 total views,  2 views today

Foto  Rutah Situbondo di depan alun 2 kabupaten Situbondo
Foto Rutan Situbondo,depan alun-alun kabupaten Situbondo

Situbondo, Indonesia Jaya – Sejumlah Pengacara menilai adanya permainan dalam pelayanan Rutan Kelas 2 B terhadap para pengunjung Rutan Situbondo, karena diduga tebang pilih terhadap para keluarga pengunjung yang hendak menjenguk keluarga nya yang berada di Rutan Tersebut.

” Saya meminta atau menyarankan kepada para petugas Rutan kelas 2 B agar benar-benar menerapkan protokoler kesehatan, dan jangan membedakan antara pengunjung yang satunya dengan pengunjung lainnya, karena saya mendengar bahwa Rutan kelas 2 B, terkadang tebang pilih dalam melayani para pengunjung, jika yang dikunjungi kasus kecil seperti pencurian, dan lainnya terkadang keluarga yang mengunjungi tidak boleh masuk, akan tetapi jika kasus besar, pihak Rutan membolehkan masuk keluarga yang mengunjungi nya, ini tidak boleh terjadi harus benar-benar menjalankan penerapan protokoler kesehatan dan tidak tebang pilih dalam memberikan pelayanan kepada para pengunjung, karena mereka memiliki hak sama untuk mengunjungi keluarganya ” Ujar Saiful Bakri, SH advokat peradi Situbondo.

Tak hanya itu, Dwi Anggi SH, advokat asal Ferari juga menyatakan bahwa Rutan kelas 2 B Situbondo kurang maksimal dalam memberikan sosialisasi kepada para pengunjung sehingga banyak pengunjung Rutan yang tidak tahu akan aturan dan penerapan protokoler kesehatan dalam berkunjung ke Rutan tersebut.

” Mengharap pihak Rutan selalu memberikan sosialisasi kepada para pengunjung sehingga para pengunjung mengetahui aturan tersebut, dan meminta kepada pihak Rutan agar menyediakan ruang khusus bagi para narapidana untuk bertemu dengan pengacara , agar para pengacara mudah menemui klienya, dan itu yang dibutuhkan oleh para pengacara. Selama pandemi memang ada aturan terkait mau masuk atau menjenguk para warga binaan, dengan swab, antigen dan lainnya ini aturan nya, dan harus diikuti dan di jalan kan. Wajib dalam penerapan prokes “ujar Dwi Anggi SH.

Sementara itu, pihak Rutan hingga saat ini tidak bisa ditemui untuk kepentingan klarifikasi terkait dugaan tebang pilihnya dalam melayani para pengunjung Rutan.

Sampai berita ini dinaikan kami masih mencari pihak-pihak terkait untuk di konfirmasi (TIM)

Bagikan berita ini

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *