Penyemprotan Disinfektan,Kapolsek Paron Prioritas Pencegahan PMK

 48 total views,  4 views today

 

Kapolsek Paron Masifkan Penyemprotan Desinfektan daripada Pengobatan

Ngawi, Indonesia Jaya – Saat ini Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terjadi pada ratusan hewan ternak sapi di berbagai daerah dan dampaknya cukup membuat resah peternak karena penularannya sangat cepat dan dampaknya bisa mematikan bagi hewan dewasa khususnya pada hewan berkuku genap atau belah seperti sapi, kerbau, domba, kambing dan babi.

Tak terkecuali di wilayah Kabupaten Ngawi, wabah PMK sudah menembus upaya pertahanan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi.

Oleh karena itulah, menjelang perayaan Idul Adha 1443H tahun 2022 mendatang, pihak Kepolisian Resor Ngawi bersama jajarannya mendukung upaya pemerintah Kabupaten Ngawi dalam penanganan virus PMK agar tidak cepat meluas ke hewan milik warga di Kabupaten Ngawi.

Seperti yang dilaksanakan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Paron bersama Koramil Paron dan perwakilan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten serta perangkat Desa Gelung dengan melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan ke beberapa kandang sapi milik warga Desa Gelung Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi, Minggu (3/7).

Ditemui dilokasi kegiatan, Kapolsek Paron AKP Suyitno mengatakan, kegiatan penyemprotan disinfektan ke kandang sapi milik warga ini adalah sebagai upaya Polri dan TNI membantu peternak untuk membasmi virus atau bakteri penyebab PMK yang ada di area kandang.

“Ya, pada hari Minggu 3 Juli 2022 mulai pukul 09.30 WIB, kita lakukan penyemprotan desinfektan pada benda benda yang ada di kandang sapi seperti bangunannya, lantai, tali, patok serta tempat pakan dan tempat minum,” ujar AKP Suyitno.

Menurut AKP Suyitno, para peternak hewan berkuku genap atau belah sebaiknya melakukan penyemprotan disinfektan ini secara rutin ke seluruh benda benda yang terkait dengan Sapi hal tersebut sebagai upaya pencegahan virus PMK agar tidak menyebar di sapi peliharaan warga.

“Lebih baik dilakukan pencegahan dari pada pengobatan terhadap sapi agar tidak terkena virus PMK karena jika sudah sakit akan membutuhkan biaya mahal dan bahkan mendatangkan kerugian besar,” jelas mantan Kasiwas Polres Ngawi ini.

Lebih lanjut, Kapolsek Paron merinci, dirinya memimpin langsung kegiatan penyemprotan desinfektan dengan melibatkan personil Polsek Paron Aiptu Sutrisno, Aipda Agung S, Bripka Rochmad bersama anggota Koramil Paron Sertu Sugiono dan Sertu Joko N, beserta petugas dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi Sukar dan Kasun Sambirejo Parni.

“Penyemprotan disinfektan dengan cara door to door menyasar ke kandang sapi milik Kasni dan Suparni warga dusun Sambirejo RT 04 RW 04 Desa Gelung Kecamatan Paron,” sebut AKP Suyitno.

Adapun maksud dan tujuan kegiatan terpadu ini, AKP Suyitno menjelaskan, adalah untuk menunjukkan soliditas pemangku kepentingan bidang Harkamtibmas dan kesehatan hewan dalam penanganan PMK agar tidak meluas di wilayah Paron dan untuk menyampaikan beberapa tips cara mencegah penularan PMK pada hewan ternak agar peternak bisa tenang dalam memelihara sapinya.

“Kita berikan tips cara pencegahan dan cara penanganan hewan jika terindikasi gejala klinis PMK dan harus segera dilaporkan kepada dokter hewan atau dinas peternakan,” ungkap AKP Suyitno.

Diakhir keterangannya Kapolsek Paron AKP Suyitno berharap kepada para peternak hewan berkuku belah agar selalu menjaga kebersihan sapi dan kandangnya secara mandiri sehingga sapi peliharaannya terbebas dari paparan virus PMK dan tetap sehat.

“Inilah bagian penting dimana para peternak secara swasembada telah memiliki kemauan dan kemampuan dalam upaya mencegah dan penanggulangan meluasnya PMK dengan metode atau tips tips yang telah dijelaskan oleh petugas peternakan dan perikanan,” pungkas orang nomor satu di Polsek Paron.(Lina)

Bagikan berita ini
kata2

Recommended For You

About the Author: pemimpin redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.